Minggu, 25 Oktober 2020

Survival Guide

Karena Setiap Orang Butuh Piknik

“MUNGKIN DIA KURANG PIKNIK”
Kalimat itu mungkin sering kita lontarkan bagi orang – orang yang suka nyinyir, rese, atau marah – marah terus di media sosial. Hal ini setidaknya ada korelasi antara piknik dengan kondisi antara piknik dengan kondisi kejiwaan seseorang.  

 

Berdasarkan sebuah penelitian, MERENCANAKAN sebuah liburan atau trip saja bisa meningkatkan kebahagiaan lho!! Jadi, jangan heran kalau ada sebuah survei yang mengatakan kalau 89% orang yang habis liburan, stresnya berkurang dan lebih santai dalam melakukan aktivitasnya. 

 

Tapii, liburan kan mahall….. 

 

Sebenarnya, liburan itu nggak mahal – nahal amat kok. Semuanya tergantung dari tempat tujuan dan liburan macam apa yang kita inginkan. Memang tidak bisa dihindari kalau liburan itu membutuhkan dana di luar pengeluaran bulanan yang sudah terjadwal. Penghasilan kita per bulannya juga belum stabil.

 

Pengen liburan tapi budget terbatas? Bagaimana cara mengakalinya?

 

Pertama, buat anggaran untuk liburan. Yahh, memangnya tidak bisa ya liburan tinggal berangkat, tanpa hitung – hitungan? Bisa sih, Tapi, memangnya kita mau pulang liburan tambah stress karena uang operasional bulanan berkurang gara – gara selama liburan kita selalu gesek pakai kartu kredit? Nah, sebelum melakukan perjalanan, anggaran – anggaran ini harus disiapkan.
    • Tetapkan tujuan liburan. Dengan menetapkan tujuan liburan, tanggal keberangkatan, dan durasinya, kita bisa mendapatkan perkiraan biaya yang harus dikeluarkan untuk liburan. Misalnya, kita bisa memesan tiket pesawat jauh – jauh hari. Biasanya sih, kalau kita pesan tiket pesawat tiga sampai enam bulan sebelum keberangkatan, ada diskon – diskon tertentu, Hal ini juga mengantisipasi kita kalau kehabisan tiket.
    • Mau ikut travel agent atau backpacker? ikut Travel agent, biaya yang dikeluarkan cenderung tetap karena semuanya sudah dipikirkan oleh mereka. Jadi, kita tidak perlu lagi tuh memikirkan harga tiket, hotel, makan, atau transportasi selama di sana. Semuanya sudah diurus oleh pihak travel. Kekurangan ikut travel, salah satunya jadwal sudah diatur oleh travelnya. Kasarnya, kita tinggal bawa badan saja karena semuanya sudah diatur sedekimian rupa oleh mereka. Nah, kalau mau liburan sendiri alias backpacker-an, kita harus siap mengeluarkan uang selama di sana. Tapi, jadwal kunjungan ke tempat – tempat wisata lebih fleksibel karena bisa disesuaikan dengan kemauan kita sendiri.
    • Buat itinerary yang masuk akal. Kalau kita memilih untuk membuat itinerary sendiri, buatlah yang masuk akal, baik dari segi uang maupun waktu. Misalnya, kita berencana untuk liburan ke Bandung, terus memutuskan untuk menginap di Dago Atas. Tujuan pertama kita Kampung Gajah di Lembang, makan siang di Jalan Setiabudi, mengunjungi Saung Angklung Mang Udjo di Cibeunying, lalu makan malam di Lawangwangi di Dago Giri. Kira – kira keburu tidak waktunya? Tapi, kalau yang sudah pernah ke Bandung, apalagi weekend, pasti akan menjawabtidak mungkin. Secara waktu mungkin keburu, tapi yang ada malah stress di jalan. Lahh, niatnya kan kita mau liburan.
    • Transportasi. Kalau sudah menentukan tujuannya, seharusnya kita juga sudah bisa menentukan mode transportasi yang akan digunakan. Agar liburan kita lebih fleksibel.
    • Penginapan. Kalau kira – kira kita akan menghabiskan waktu di luar penginapan, tidak perlu mencari penginapan dengan fasilitas yang mewah. Toh, kita juga tidak akan menggunakannya. Iya, kan? Carilah penginapan yang lokasinya dekat dengan tujuan wisata yang kita inginkan.
    • Beli oleh – oleh. Tahu tidak kalau tradisi minta oleh -oleh dari mereka yang habis liburan itu hanya dilakukan di Indonesia? Katanya sih ini tidak etis, Iya dong, mereka itu kan liburan untuk menyegarkan pikiran, masa masih harus mikir kasih kado buat orang lain? Balik lagi, namanya juga Indonesia. Terkadang, kita lebih sering memikirkan orang lain ketimbang diri sendiri. Nah, kalau kita memang berniat membelikan oleh – oleh, maka masukkan budget ini ke dalam anggaran liburan.
    • Makan. Budget ini hukumnya HARUS!! Apalagi kalau kita termasuk orang yang senang mengeksplorasi makanan lokal. Jadi, anggaran ini harus dilebihkan.

Jadi, bisa kan buat anggaran liburan?? Selamat membuat anggaran liburan! Ingat, buat anggaran yang masuk akal, ya. Jangan sampai uang yang disisihkan untuk anggaran liburan memotong pos lain, terutama pos pengeluaran harian, dana darurat, atau kesehatan.

Selasa, 20 Oktober 2020

BIOTEKNOLOGI

BIOTEKNOLOGI


    Bioteknologi merupakan penggunaan makhluk hidup (mikroorganisme) dalam teknologi dan industri untuk menghasilkan barang dan jasa.

A. Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang memanfaatkan jasa mikroorganisme untuk menghasilkan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan manusia. 

1. Mikroorganisme sebagai penghasil dan pengubah makanan

a. Pada bahan baku susu dapat dibuat produk seperti yogurt dan keju. Mikroorganisme yang berperan dalam produk ini yaitu Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, Streptococcus lactis, dan Pencillum camemberti.

b. Pada bahan baku kedelai dapat dibuat produk seperti tempe, oncom, kecap, dan tauco. Mikroorganisme yang berperan dalam produk ini yaitu Rhizopus oryzae, Neurospora sitophila, dan Aspergillus wenti.

c. Pada bahan baku beras ketan dapat dibuat produk seperti tape dan sake. Mikroorganisme yang berperan dalam produk ini yaitu Saccharomyces cereviciae dan Aspergillus oryzae.

d) Pada bahan baku kelapa dapat dibuat produk seperti nata de coco, asam cuka, dan minyak. Mikroorganisme yang berperan dalam produk ini yaitu Acetobacter xylinum, Acetobacter aceti, dan Saccharomyces cereviciae.

2.  Mikroorganisme sebagai penghasil protein sel tunggal (PTS)

a. Sumber pangan berprotein tinggi, dari berbagai jenis ganggang, seperti : Spirulina, Chlorella, Scenedesmus.

 b. PTS sebagai makanan lemak, menghasilkan protein dan kandungan asam nukleat tinggi, seperti : Saccharomyces cereviciae dan Candida utilis.

c. PTS sebagai makanan ternak yang ditumbuhkan pada substrat methanol, seperti : Methylophillus methylotrophus.

3. Mikroorganisme sebagai penghasil obat 

a. Penisilin, mengandung mikroorganisme Penicillium notatum dan Penicillium crysogenum. Obat ini berfungsi mengobati berbagai penyakit infeksi. 

b. Sefalosporin, mengandung mikroorganisme Cephalosporium sp. Obat ini berfungsi untuk membunuh bakteri yang kebal penisilin.

c. Streptomisin, mengandung mikroorganisme Streptomyces griseus. Obat ini berfungsi untuk mengobati penyakit TBC.

d. Interferon, dihasilkan melalui fusi sel yang berfungsi sebagai senyawa antivirus yang dapat mengobati kanker. 


 B. Bioteknologi Modern

1. Rekayasa genetika (teknik plasmid), contoh : produk hormon insulin, dengan caramenyisipkan gen penghasil insulin pada plasmid bakteri,s bakteri dapat menghasilkan hormon insulin.

2. Teknik hibridoma (fusi sel). Penggabungan dua jenis sel yang berbeda untuk menghasilkan sel dengan sifat baru. Contoh fusi sel antara sel-sel limfosit penghasil antibodi dengan sel-sel kanker menghasilkan hibridoma yang mampu membelah dengan cepat dan memproduksi antibodi monoklonal.

3. Transplantasi inti (kloning), adalah mencangkokkan inti sel somatik suatu individu pada sel telur tanpa inti yang bertujuan agar dihasilkan individu baru dengan sifat sama persis dengan individu awal inti.

4. Kultur jaringan, membudidayakan tanaman melalui perbanyakan jaringan berdasarkan prinsip totipotensi.

5. Protein sel tunggal, yaitu pemanfaatan organisme bersel satu atau bersel banyak tetapi masih sederhana (tidak terdiferensiasi) sebagai sumber protein. Contoh : Chlorella, Scenedesmus, Spirullina, Candida utilis, Fusarium, dan Saccharomyces. 

 

Survival Guide

Karena Setiap Orang Butuh Piknik “MUNGKIN DIA KURANG PIKNIK” Kalimat itu mungkin sering kita lontarkan bagi orang – orang yang suka nyinyir,...